"Kami menyediakan kantin halal sebagai bentuk penghormatan kepada karyawan Muslim kami," kata Zhang Qifang, manajer urusan eksternal perusahaan tersebut, dilansir Xinhua.
"Semua sistem dan manual operasional kami tersedia dalam dua bahasa, yakni bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia, dan staf dari kedua pihak mengikuti kelas bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia secara berdampingan."
Menurut Zhang, tujuan akhirnya adalah mewujudkan operasional yang sepenuhnya terlokalisasi, dengan karyawan dari kedua negara semakin saling menerima melalui interaksi sehari-hari.
Di lokasi proyek Hongsheng Materials di KEK Kendal, rasa hormat berjalan dua arah. Ketika perusahaan memulai pembangunan pada 2025, tim mereka meminta nasihat dari para sesepuh komunitas Tionghoa setempat dan mengetahui bahwa di Indonesia, kain batik tradisional dianggap lebih formal daripada setelan jas ala Barat. Kini, dalam berbagai acara penting, staf perusahaan tersebut yang berasal dari Tiongkok hadir dengan mengenakan batik. "Menghormati adat istiadat setempat merupakan titik awal untuk melayani pasar lokal dengan lebih baik," kata Tang Ling, direktur administrasi dan sumber daya manusia Fujian Hongsheng Material Technology Co. Di balik kesediaan perusahaan-perusahaan tersebut untuk berekspansi ke luar negeri dan berinvestasi, terdapat sebuah platform yang menopang langkah mereka. Zona Investasi Yuanhong (Yuanhong Investment Zone) di Fuqing, yang didirikan pada 1992 sebagai zona pengembangan pertama di Tiongkok yang dibangun dengan investasi dari warga Tionghoa perantauan, pada 2023 ditetapkan oleh Dewan Negara Tiongkok sebagai kawasan percontohan pengembangan inovasi ekonomi dan perdagangan Tiongkok-Indonesia, meningkatkan misinya dari kawasan industri konvensional menjadi etalase untuk kerja sama perdagangan dan inovasi bilateral.
Dari kontrak lahan hingga deretan gedung pabrik modern, dari seorang mahasiswa Indonesia hingga tim manajemen transnasional, dari selembar kain batik hingga meja makan dengan sajian halal, visi "Dua Negara, Taman Kembar" perlahan berubah dari cetak biru menjadi kenyataan, dibangun langkah demi langkah dan diwujudkan melalui tindakan demi tindakan. Ternyata, pegunungan dan lautan tidaklah begitu jauh memisahkan kedua negara. Selesai