Vice President CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto, mengatakan peserta yang lolos telah mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan usaha.

"Melalui Pertamina UMK Academy, kami ingin memastikan UMKM memiliki kapabilitas dan kualitas yang semakin baik, tidak hanya untuk produk namun juga untuk manajemen bisnisnya. Pelatihan yang diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha agar produk-produk unggulan daerah dapat berkembang dan bersaing hingga tingkat nasional," ujar Rudi.

Selama pembinaan regional, Pertamina menggelar 43 sesi pelatihan di 10 wilayah. Jumlah tersebut melampaui target awal sebanyak 40 sesi atau mencapai 108%. Selain itu, ada 11 kegiatan pameran dan lebih dari 600 kali pendampingan secara daring maupun melalui kunjungan langsung.

Memasuki tahap nasional hingga Desember 2026, peserta akan mendapat penilaian berdasarkan enam aspek, yakni pemasaran dan pasar, keuangan, operasional dan sumber daya manusia, legalitas, digitalisasi, serta uji pasar dan produk.