Bekalnya teknologi pengolahan sampah milik BRIN dan perguruan tinggi. Teknologi berskala rumah tangga serta desa diarahkan segera dipakai warga.
Persoalannya tidak terletak pada ketiadaan teknologi. BRIN menyediakan teknologi sampah dalam empat tingkat: rumah tangga, desa, kecamatan, dan kota. Untuk rumah tangga, menurut BRIN, biayanya kurang dari Rp1 juta.
Teknologi pirolisis cepat (Faspol) yang mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar sudah diterapkan di 84 kabupaten, meski kapasitasnya masih kecil. Satu kilogram plastik menghasilkan sekitar satu liter bahan bakar. Di skala kota, BRIN mengoperasikan PLTSa Merah Putih di Bantargebang sebagai fasilitas percontohan berkapasitas 100 ton sampah per hari.
Arif menegaskan BRIN bukan lembaga yang memproduksi secara massal alat pengubah sampah menjadi BBM. Tugasnya hanya berhenti di prototipe. Tapi justru itu letak soalnya. Sebab, antara prototipe dan kebiasaan sehari-hari warga terbentang jarak yang paling sulit ditempuh.