NADIKABAR.COM — Coba tengok isi tempat sampah dapur Anda pekan ini. Kulit bawang, sisa nasi, bungkus kopi saset, kantong plastik bekas belanja. Isinya terasa remeh, dan jarang dipikirkan lagi setelah tempat sampah itu ditutup rapat.

Padahal dari dapur-dapur seperti itulah sebagian besar sampah negeri ini berasal. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2025 menunjukkan timbulan 24,8 juta ton per tahun dari kabupaten/kota yang melapor, dan rumah tangga menyumbang 56,7 persen atau sekitar 7,2 juta ton.

Hanya 34,55 persen dari seluruh timbulan itu yang terkelola dengan baik, sementara 63,76 persen sampah yang masuk TPA masih ditimbun terbuka.

Angka-angka itu menjelaskan mengapa urusan sampah kini diminta selesai dari titik yang paling dekat dengan dapur.

Selasa (27/10), Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta lembaganya bekerja bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi agar kampus masuk ke desa-desa.