Dalam logistik, jarak itu disebut last mile, ruas terakhir pengiriman yang paling mahal dan paling lambat. Riset punya ruas terakhirnya sendiri: dari meja laboratorium ke halaman rumah.
Peneliti BRIN mengingatkan teknologi sampah tidak sama dengan membeli peralatan. Keberhasilannya bergantung pada kecocokan dengan karakter sampah setempat, kualitas operasi dan perawatan, kompetensi operator, pemantauan, serta kepastian ke mana produk dan residunya dibawa.
Daftar itu hampir seluruhnya urusan manusia, dan tidak satu pun bisa dikirim bersama kardus mesin. Oleh karena itu kehadiran kampus dalam instruksi Presiden menjadi bagian yang paling menentukan.
Arah kebijakannya sebetulnya sudah lama bergerak ke sana. Pemerintah sejak awal menyadari pembangkit listrik tenaga sampah di puluhan kota tidak akan menjangkau desa, sehingga BRIN dan perguruan tinggi diminta mencari teknologi untuk tingkat paling bawah.