Perubahan cara membaca data itu juga mencegah kebijakan terjebak pada dua ukuran yang mudah dihitung, yakni jumlah peserta pelatihan dan jumlah penempatan. Keduanya tetap penting, tetapi belum cukup untuk menjawab apakah kebutuhan pasar benar-benar terisi oleh pekerja dengan kompetensi yang tepat.
Data hasil per tahap akan membuat celah tersebut lebih mudah dikenali dan ditindaklanjuti oleh pemerintah dan mitra penempatan.
Perubahan pendekatan tersebut sudah terlihat melalui "SMK Go Global". Per 17 September 2026, sebanyak 18.110 peserta telah terdaftar dan 4.601 mengikuti pelatihan, dengan target 40.000 peserta pada 2026. Pelatihan mencakup bahasa, keterampilan teknis, dan sertifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan negara tujuan.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin mengatakan kurikulum dan pelatihan harus disusun berdasarkan data kebutuhan pasar kerja, bukan perkiraan. Pemetaan mencakup sektor, posisi, negara tujuan, kualifikasi, dan kompetensi yang diperlukan.