Sementara itu, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya cadangan beras untuk menjaga akses pangan masyarakat.
"Stok kita di Bulog, hari ini masih ada 4,6 juta ton," ujarnya saat meninjau penyaluran bantuan pangan di Pekanbaru, Riau, pada 17 September 2026.
Untuk menjaga kepentingan petani, pemerintah juga mempertahankan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram melalui kebijakan pengadaan dalam negeri.
Capaian pangan nasional lahir dari kontribusi daerah. Di Sumatera, produksi padi Sumatera Selatan pada 2025 mencapai 3,63 juta ton GKG, meningkat 24,67% dibandingkan 2024. Sementara itu, Aceh, Sumatera Utara, dan Lampung terus berperan sebagai basis produksi pangan sekaligus wilayah penguatan infrastruktur dan pemulihan lahan pertanian. Di Jawa, produksi padi Jawa Timur mencapai 10,44 juta ton GKG dan Jawa Barat 10,23 juta ton GKG pada 2025, menjadikan keduanya penopang utama pasokan beras nasional.
Di luar Jawa, Kalimantan Selatan mencatat produksi padi sekitar 1,18 juta ton GKG pada 2025, naik 14,55% dibandingkan 2024. Sulawesi Selatan menghasilkan 5,47 juta ton GKG, meningkat 13,45%.
Nusa Tenggara Barat mencapai 1,71 juta ton GKG, tumbuh 17,56%. Sementara itu, Papua Selatan menghasilkan 362,54 ribu ton GKG pada 2025, menunjukkan kontribusi wilayah timur dalam memperkuat basis produksi nasional.
Penguatan sektor pertanian di kawasan timur juga dilakukan melalui perluasan dan optimalisasi lahan. Kementerian Pertanian melaporkan pengembangan 83.030 hektare lahan untuk pencetakan sawah baru dan optimalisasi lahan seluas 54.399 hektare di Tanah Papua hingga 2026.
Pelaksanaan program tersebut perlu terus disertai pendampingan petani, kesiapan air, kepastian tata kelola lahan, dan perlindungan kepentingan masyarakat setempat agar peningkatan produksi dapat memberikan manfaat berkelanjutan.
Untuk mendukung produktivitas, Kementerian Pekerjaan Umum merealisasikan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang melayani sekitar 589.606 hektare pada 2025 serta menargetkan cakupan 750.000 hektare pada 2026.