"Seluruh capaian ini merupakan wujud komitmen Kementerian PU dalam memastikan infrastruktur mendukung ketahanan pangan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi daerah," kata Menteri PU Dody Hanggodo beberapa waktu lalu.

Modernisasi pertanian turut diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong penggunaan Internet of Things (IoT) dan kecerdasan artifisial untuk membantu petani mengukur kondisi lahan dan mengelola pemupukan secara lebih tepat.

Dalam salah satu contoh penerapan di Sragen, Jawa Tengah, penggunaan sensor tanah dilaporkan mampu menekan pemakaian pupuk dari sekitar 1.600 kilogram menjadi 750 kilogram per hektare atau sekitar 53%. Di Sukabumi, Jawa Barat, teknologi IoT juga dimanfaatkan pembudidaya ikan nila untuk menjaga kondisi air dan mendukung produksi.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa teknologi harus hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat di sentra produksi.

"Teknologi digital jangan hanya dinikmati di perkotaan, tetapi harus masuk ke desa-desa untuk mendukung program swasembada pangan Presiden," ujar Meutya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Kemkomdigi juga berperan memperkuat akses informasi publik mengenai program dan kebijakan pemerintah serta mendorong adopsi teknologi yang relevan bagi petani dan pelaku usaha pangan.

Pemerintah menyadari bahwa penguatan cadangan dan produksi tetap perlu dibarengi pengendalian harga di tingkat konsumen, kelancaran distribusi antardaerah, perlindungan pendapatan petani, serta antisipasi cuaca ekstrem. Data BPS menunjukkan produksi beras pada Agustus 2026 masih mengalami penurunan secara tahunan sehingga kesinambungan produksi, penguatan irigasi, dan pengelolaan cadangan tetap menjadi prioritas hingga akhir tahun.

Memasuki tahun ketiga, pemerintah melanjutkan langkah lintas kementerian dan daerah agar hasil produksi tidak hanya meningkat, tetapi juga terserap dengan baik, tersimpan secara memadai, dan dapat diakses masyarakat dengan harga terjangkau.

"Dengan kontribusi sentra pangan dari Sumatera hingga Papua, ketahanan pangan nasional diarahkan menjadi fondasi kemandirian ekonomi sekaligus perlindungan masyarakat di tengah tantangan global," tutupnya.