NADIKABAR.COM — Sentra industri sapu Sakoda di Purbalingga memproduksi sekitar 10.000 sapu per bulan untuk pasar lokal hingga Australia dan China.
Purbalingga - Sentra industri sapu Sakoda di Purbalingga memproduksi sekitar 10.000 sapu per bulan untuk pasar lokal hingga Australia dan China.
Aktivitas produksi terlihat di sentra industri tersebut pada Senin (19/10/2026). Para perajin menjemur sapu lidi sebagai bagian dari proses pembuatan sebelum produk dipasarkan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Perajin di sentra industri sapu Sakoda, Kajongan, Purbalingga, Jawa Tengah, memproduksi sekitar 10.000 sapu setiap bulan dengan memanfaatkan bahan alami berupa lidi dan rumput gelagah. Produk tersebut dipasarkan ke berbagai wilayah di Jawa Tengah hingga menembus pasar ekspor Australia dan China. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Sapu yang dihasilkan dijual dengan harga berkisar Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per buah. Pemanfaatan bahan alami menjadi salah satu ciri produksi sapu di sentra industri Sakoda. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Dengan kapasitas produksi sekitar 10.000 sapu per bulan, industri tersebut memasok kebutuhan pasar di sejumlah daerah di Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Produk sapu buatan perajin setempat juga dipasarkan ke luar negeri, termasuk Australia dan China. Keberadaan sentra industri ini memperlihatkan aktivitas usaha kerajinan berbasis bahan alami di Purbalingga yang mampu menjangkau pasar domestik dan internasional. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar