Rutinitas seperti Bomby tersebut menjadi bagian dari keseharian sekitar 30 mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Nagoya selama membantu persiapan hingga penyelenggaraan Asian Para Games 2026.

Mereka harus membagi waktu antara kewajiban akademik dan pekerjaan mendampingi tim Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia, mulai dari mencari lokasi markas, menyiapkan akomodasi, hingga menjadi penerjemah.

Sebagai Ketua PPI Nagoya, Flady sudah terlibat jauh sebelum para atlet Indonesia tiba di Jepang.

Tugas pertamanya adalah mendampingi tim CdM mencari lokasi yang tepat untuk dijadikan markas atau headquarter kontingen Indonesia selama penyelenggaraan pesta olahraga disabilitas terbesar di Asia itu.