NADIKABAR.COM β Dari Trem Listrik 1899, KRL, LRT Jabodebek, hingga Kereta Cepat Whoosh, Teknologi Rel Terus Berkembang Mengikuti Kebutuhan Masyarakat
Jakarta (NadiKabar) - Lebih dari satu abad lalu, teknologi listrik mulai hadir dalam perjalanan transportasi rel Indonesia. Dari trem listrik di Batavia pada 1899, berkembang menjadi Kereta Rel Listrik (KRL) untuk mobilitas perkotaan, hingga hadirnya LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Whoosh sebagai bagian dari perkembangan teknologi perkeretaapian modern.
Memasuki usia ke-81 tahun, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melanjutkan perjalanan pengembangan teknologi perkeretaapian melalui perluasan jaringan elektrifikasi dan peningkatan kapasitas layanan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan pengembangan elektrifikasi menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas layanan kereta listrik, khususnya di wilayah aglomerasi Jabodetabek.
βKAI terus menyiapkan pengembangan jaringan KRL melalui penambahan elektrifikasi. Ke depan, jalur KRL Bekasi akan diperpanjang dari Cikarang menuju Cikampek, sementara jalur Bogor akan diperpanjang hingga Cigombong. Pengembangan ini dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan kapasitas layanan KRL menuju dua juta pelanggan per hari,β ujar Bobby.
Pengembangan tersebut dilakukan melalui penambahan listrik aliran atas (LAA) atau elektrifikasi jalur. Saat ini, elektrifikasi jalur Bekasi telah mencapai Stasiun Cikarang, sedangkan jalur selatan telah mencapai Stasiun Bogor. Perpanjangan jaringan tersebut ditargetkan selesai pada 2028.
Pengembangan elektrifikasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang teknologi listrik dalam perkeretaapian Indonesia yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan teknologi listrik telah menjadi bagian penting dalam perkembangan perkeretaapian Indonesia sejak akhir abad ke-19.
βTeknologi listrik telah menjadi bagian dari perjalanan kereta api Indonesia selama lebih dari satu abad. Perkembangannya menunjukkan bagaimana transportasi rel terus beradaptasi, dari melayani mobilitas perkotaan hingga menghadirkan layanan dengan teknologi modern,β ujar Anne.
Pemanfaatan listrik pada transportasi rel Indonesia dimulai melalui hadirnya trem listrik di Batavia. Pada 10 April 1899, trem listrik resmi beroperasi sebagai transportasi umum massal baru di Batavia.
Armada trem listrik tersebut didatangkan dari pabrik Dyle et Bacalan, Belgia, dan dioperasikan oleh Batavia Elektrische Tram Maatschappij (BETM).