Layanan ini memiliki panjang lintasan 44,43 kilometer dan menggunakan teknologi persinyalan Communication Based Train Control (CBTC) dengan tingkat otomatisasi Grade of Automation 3 (GoA3) tanpa masinis.

LRT Jabodebek menjadi bagian dari perkembangan transportasi perkotaan modern berbasis listrik di Indonesia yang menghadirkan pilihan perjalanan bagi masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Pada tahun yang sama, Indonesia memasuki era baru melalui pengoperasian Whoosh, kereta cepat berbasis listrik pertama di Indonesia.

Whoosh diresmikan pada 2 Oktober 2023 dan mulai melayani operasional komersial pada 17 Oktober 2023.

Kereta cepat ini menggunakan rangkaian CR400AF dengan kecepatan operasi hingga 350 km/jam serta menjadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara.

Dengan hadirnya KRL, LRT Jabodebek, dan Whoosh, perkembangan teknologi listrik menunjukkan bagaimana transportasi rel Indonesia terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.

Dari perjalanan harian menggunakan KRL, mobilitas perkotaan dengan LRT Jabodebek, hingga perjalanan antarkota menggunakan kereta cepat Whoosh, teknologi listrik terus menjadi bagian dari perkembangan layanan kereta api Indonesia.

Anne mengatakan perjalanan teknologi listrik tersebut menjadi gambaran bagaimana inovasi perkeretaapian terus berkembang dari generasi ke generasi.

β€œDari trem listrik Batavia hingga KRL, LRT Jabodebek, dan Whoosh, setiap perkembangan teknologi membawa perubahan bagi masyarakat. KAI terus menjadi bagian dari perjalanan tersebut dengan menghadirkan layanan yang semakin melayani,” kata Anne.

Memasuki usia ke-81 tahun, KAI terus melanjutkan perjalanan perkeretaapian Indonesia melalui inovasi teknologi, pengembangan layanan, dan konektivitas yang mendukung kebutuhan masyarakat.