NADIKABAR.COM — Angka tujuh kembali muncul dari anak panah yang dilepaskan Teodora Audi Ayudia Ferelly pada final nomor para compound beregu campuran Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Kamis (22/10).

Di arena Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Jepang, angka itu menjadi nilai tujuh kedua Audi. Ia sebelumnya memperoleh nilai serupa pada end pertama ketika Indonesia menghadapi India dalam perebutan medali emas.

Namun, pada tembakan berikutnya di end kedua, Audi kembali menghasilkan angka sepuluh. Perubahan dari tujuh menuju nilai maksimal itulah yang mendapat perhatian pelatih para panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara.

"Dia sempat nembak tujuh, tapi caranya dia untuk kembali ke 10 lagi, menurut kami itu patut diapresiasi," kata Rameez seusai pertandingan.

Bagi Rameez, yang penting bukan hanya angka yang tertera pada papan skor, melainkan bagaimana Audi menemukan kembali ketepatan di tengah tekanan pertandingan. Apalagi, ini merupakan final Asian Para Games pertama yang dijalani pemanah tersebut.

Angin kencang membuat tugas itu makin berat. Audi dan pasangannya, Ken Swagumilang, harus menyesuaikan arah bidikan dengan kondisi lapangan yang berbeda dibandingkan hari-hari sebelumnya.

"Hari ini cuacanya sangat berangin. Kemarin panas, hujan, dingin. Sekarang dapat yang berangin. Kita berusaha beradaptasi dari tadi," ujar Audi.

Rameez menganggap kemampuan menjaga ketenangan sama pentingnya dengan teknik memanah, terutama setelah atlet melepaskan tembakan yang tidak sesuai harapan.

"Kita bisa melihat anginnya sangat kencang, tapi faktor mental itu kan yang utama," katanya.