Alhasil, dari sisi ekonomi, Balkondes PGN Karangrejo mencatat omzet hingga Rp3,6 miliar pada 2024. Sebanyak 80 persen tenaga kerja merupakan masyarakat lokal yang telah dilatih mengelola homestay, restoran, serta berbagai paket wisata, seperti tur VW Safari, bersepeda, arung jeram, dan wisata edukasi pertanian.
Pendapatan Balkondes juga memberikan manfaat bagi desa melalui Pendapatan Asli Desa (PADes), sehingga aktivitas ekonomi yang berkembang turut mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Model pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal juga dilakukan melalui Suadesa Festival. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan masyarakat, UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
Pada Suadesa Festival 2026 yang diselenggarakan pada 22-23 Agustus 2026 lalu contohnya, ada sebanyak 2.792 pengunjung hadir dan menghasilkan total perputaran ekonomi sebesar Rp1,815 miliar. Kegiatan tersebut juga mengintegrasikan aspek lingkungan melalui pengelolaan sampah. Sebanyak 331,6 kilogram sampah dikumpulkan untuk dipilah dan diproses menjadi barang bernilai guna sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular.
"Suadesa digelar bukan sekadar festival, tetapi menjadi ruang bersama untuk mempertemukan potensi desa dengan masyarakat yang lebih luas. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong agar produk lokal, UMKM, kreativitas masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dalam satu ekosistem yang saling mendukung," ungkap Division Head CSR PGN, Krisdyan Widagdo Adhi.
Sementara itu, di Sumatera Selatan, PGN menjalankan Program Inovasi Sosial Penguatan Desa Ekonomi Kreatif, Aman, dan Setara (Pendekar Dewa) di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim. Program ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal dan penciptaan sumber pendapatan yang lebih beragam.
Pendekar Dewa memperkuat rantai nilai komoditas karet, mengembangkan UMKM, meningkatkan akses terhadap kebutuhan dasar, serta mengembangkan potensi wisata lokal. Pendekatan tersebut mendorong masyarakat memiliki peluang ekonomi yang lebih beragam.