Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 11,57 persen ke level 5.185 pada Jumat (16/10). Tekanan berlanjut pada Senin (19/10), ketika indeks dibuka anjlok 4,31 persen ke level 4.961 dan ditutup di posisi 4.996, turun 3,64 persen.

Gejolak pasar terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui pengumuman tersebut berdampak langsung terhadap pelemahan nilai tukar rupiah.

IHSG kemudian berbalik menguat pada Selasa (20/10), ditutup naik 282,27 poin atau 5,65 persen ke level 5.278. Mengutip RTI Infokom, nilai transaksi saham pada perdagangan tersebut mencapai Rp26,54 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 56,78 miliar saham.