NADIKABAR.COM — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus melakukan perbaikan dan mangakomodir masukan dari lembaga pemeringkat internasional, termasuk Morgan Stanley Capital International (MSCI).
MSCI dalam pengumumannya pada 15 Oktober ini berpotensi menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Hal ini diungkapkan Dasco usai melakukan rapat kordinasi dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Setonterian, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (16/10/2026).
"Kami mengawasi kejadian-kejadian yang selama ini ada di Bursa dan dalam peristiwa-peristiwa yang kemudian kami memonitor serta meminta kepada Bursa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam rangka juga mengakomodir pendapat-pendapat dari lembaga-lembaga rating internasional, dan termasuk dari MSCI yang seharusnya baru akan melakukan review atau konsultasi pada bulan November," kata Dasco.
Dasco menyampaikan bahwa OJK dan BEI sedang menjalankan berbagai proses perbaikan untuk mengakomodasi masukan dari penyedia indeks global tersebut. Sayangnya, pengumuman MSCI dikeluarkan hari ini.
"Sebenarnya bahwa bursa juga sudah melakukan proses-proses dalam rangka mengakomodir review-review yang sebenarnya baru akan di bulan November tetapi kemudian dalam hal ini OJK dan bursa sudah melakukan proses-proses tersebut," kata Dasco.