NADIKABAR.COM — Sutradara Angga Dwimas Sasongko menyoroti pertumbuhan minim jumlah penonton film Indonesia di tengah peningkatan jumlah produksi film lokal yang cukup pesat dalam setahun terakhir.

Angga juga memaparkan rendahnya pertumbuhan penonton bioskop nasional pada 2025 dalam data proyeksi yang ia paparkan, meski jumlah penonton film Indonesia mencatatkan angka 80,27 juta orang per Oktober 2026.

Melalui unggahan di media sosial, Minggu (1/11), Angga menjabarkan kondisi industri film Indonesia yang menurutnya menghadapi ketimpangan antara pertumbuhan jumlah film dan jumlah penonton.

Ia menilai industri film Indonesia perlu menjawab sejumlah tantangan strategis untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan penonton dan produksi film.

"Ada 3 pilar strategis saat ini yang harus dijawab stakeholder film Indonesia, di luar faktor eksternal lainnya. Akuisisi penonton baru seberapa banyak?Penambahan dan penyebaran layar seagresif apa? Kurasi film yang masuk bioskop seselektif apa?," tulis Angga.

Berdasarkan data penghitungan yang ia paparkan, jumlah penonton film Indonesia pada 2025 hanya tumbuh 0,07 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, jumlah penonton tercatat sebanyak 80,21 juta orang, sementara pada 2025 mencapai 80,27 juta orang.

Di sisi lain, jumlah film Indonesia yang tayang di bioskop meningkat 39 persen, dari 145 judul pada 2024 menjadi 201 judul pada 2025.

"2025: rekor penonton, tapi pertumbuhannya nol," tulis Angga dalam salah satu materi unggahannya.

NadiKabar.com telah meminta izin untuk mengutip unggahan tersebut.

Ia juga memperlihatkan bagaimana peningkatan jumlah film tidak diikuti pertumbuhan rata-rata penonton per judul. Pada 2024, rata-rata penonton film Indonesia mencapai 553 ribu orang per judul. Angka tersebut turun menjadi 399 ribu penonton pada 2025.

Angga turut menyoroti ketergantungan jumlah penonton terhadap sejumlah film hit. Menurut data yang Angga paparkan, sekitar 25 persen penonton film Indonesia pada 2025 berasal dari dua judul, yakni Jumbo dan Agak Laen 2.