Tanpa kedua film tersebut, rata-rata penonton dari 199 judul film Indonesia lainnya diperkirakan hanya sekitar 300 ribu orang.
Situasi tersebut, menurut proyeksi Angga, berpotensi semakin memburuk pada 2026. Ia mencatat jumlah penonton bioskop pada semester pertama tahun ini turun 16,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Hingga 23 Oktober 2026, jumlah penonton bioskop diperkirakan mencapai 47,8 juta orang. Angga memproyeksikan jumlah penonton dapat berakhir di kisaran 59 juta orang apabila tren saat ini berlanjut, atau berarti turun sekitar 27 persen dibandingkan 2025.
Sementara itu, dalam skenario penurunan sebesar 12 persen, jumlah penonton pada akhir 2026 diproyeksikan mencapai 70,6 juta orang. Untuk mencapai angka tersebut, industri bioskop masih membutuhkan tambahan 22,8 juta penonton dalam 69 hari tersisa.
Sutradara Filosofi Kopi ini memperkirakan target itu membutuhkan laju penonton harian dua kali lipat dibandingkan rata-rata periode Januari hingga Oktober.
Sutradara Angga Dwimas Sasongko menyoroti pertumbuhan minim jumlah penonton film Indonesia di tengah peningkatan jumlah produksi film lokal yang cukup pesat. (NadiKabar.com/Safir Makki)
Jumlah penonton film Indonesia yang dipaparkan Angga selaras dengan data yang disampaikan Kementerian Kebudayaan pada Jumat (23/10), sebanyak 47.813.476 orang tercatat menyaksikan film Indonesia di bioskop.
Meski tidak diketahui secara resmi jumlah film Indonesia yang tayang di bioskop, setidaknya sudah ada 139 judul film Indonesia yang tayang hingga 23 Oktober 2026. Artinya, rata-rata satu film Indonesia ditonton sekitar 343.982 orang.
Angka box office film Indonesia 2026 tersebut memang masih jauh dari capaian penonton film Indonesia 2025 yang menyentuh 80,27 juta penonton, saat diumumkan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Januari 2026.
Angga kemudian memaparkan proyeksi kondisi industri film Indonesia hingga 2031 dengan sejumlah asumsi, termasuk pertumbuhan jumlah film sebesar 15 persen per tahun, peningkatan biaya produksi 5-10 persen per tahun, serta penurunan jumlah penonton 12 persen pada tahap awal, lalu 7 persen per tahun.