NADIKABAR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pengeluaran riil per kapita per tahun masyarakat Indonesia yang disesuaikan mencapai Rp 13.368.000 pada 2026. Angka ini tercatat mengalami peningkatan sebesar Rp 566.000 dibandingkan tahun 2025.

Maka jika dihitung per bulan atau dibagi 12, nilai pengeluaran per kapita masyarakat Indonesia berada di kisaran Rp 1.114.000, atau naik Rp 1.066.833.

"Pada tahun 2026, pengeluaran riil per kapita penduduk Indonesia yang disesuaikan menggunakan P3 (purchasing power parity) mencapai Rp 13,37 juta per tahun. Angka tersebut meningkat sebesar Rp 566.000 dibandingkan tahun 2025," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026).

Untuk diketahui, jumlah pengeluaran ini merupakan salah satu komponen dalam penentuan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia 2026. BPS mencatat IPM Indonesia 2026 mencapai 76,69 atau dalam kategori tinggi.

"Indeks pembangunan manusia atau IPM Indonesia mencapai 76,69 atau dalam kategori tinggi. Angka ini naik 0,69 poin dari tahun 2025 yang sebesar 75,90. Sejak tahun 2020, IPM Indonesia mengalami peningkatan secara konsisten," paparnya.

Jika dirinci lagi menurut komponen pembentuknya, umur harapan hidup dari saat lahir meningkat menjadi 74,68 tahun. Artinya pada tahun 2026, rata-rata bayi yang lahir diperkirakan akan hidup 74,68 tahun.

Serta untuk komponen terakhir yakni rata-rata lama sekolah, saat ini penduduk usia 25 tahun ke atas di Indonesia tercatat capai 9,6 tahun atau setara SMP kelas 3

"Artinya penduduk Indonesia usia 7 tahun diperkirakan akan menempuh pendidikan hingga 13,34 tahun atau setara kuliah tahun kedua," terangnya.

Secara spasial, 30 dari 38 provinsi di Indonesia telah mencapai IPM kategori tinggi. Bahkan menurutnya lima provinsi masuk kategori sangat tinggi, yaitu Jakarta (85,88), DI Yogyakarta (83,43), Kepulauan Riau (81,12), Kalimantan Timur (80,09), dan Bali (80,03).

Kemudian empat provinsi mengalami perubahan status pembangunan manusia yakni Bali dan Kalimantan Timur meningkat dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi, Nusa Tenggara Timur dan Papua Selatan meningkat dari kategori sedang menjadi tinggi. Sementara itu, dua provinsi lain masih berada di kategori sedang dan satu provinsi berada pada kategori rendah.

"Peningkatan IPM tahun 2026 didorong oleh indikator umur harapan hidup yang naik sebesar 0,21 tahun, harapan lama sekolah naik sebesar 0,04 tahun, rata-rata lama sekolah naik sebesar 0,09 tahun, serta pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan naik sebesar Rp 566.000," tegas Edy.