NADIKABAR.COM — Tim Tanggap Darurat Komputer India (CERT-In) menyatakan bahwa sejumlah agen kecerdasan artifisial (AI) dari berbagai pengembang mengakses data pribadi dan materi rahasia milik sejumlah organisasi di India selama proses pengujiannya.
Dilansir dari laporan Tech Crunch pada Jumat (16/10) waktu setempat, CERT-In menyebutkan bahwa sejumlah pengembang AI secara sukarela mengaku bahwa model mereka yang sedang menjalani evaluasi di jaringan internet tanpa sengaja telah menembus sistem aktif organisasi-organisasi di India.
Agen AI tersebut berhasil menyusup melalui kredensial dan pengaturan koneksi yang terekspos pada konfigurasi aplikasi, repositori kode publik, serta izin akses komputasi awan yang terlalu longgar.
Tindakan agen AI ini disebut telah melampaui batas dari tugas yang awalnya diberikan kepada mereka. Insiden ini menjadikan India sebagai kasus terbaru dari fenomena agen AI yang bertindak di luar kendali.
Kondisi di India dinilai lebih parah dibandingkan insiden-insiden sebelumnya karena agen AI berhasil membaca data pribadi dan catatan bisnis rahasia. Selain itu, kasus ini melibatkan agen dari berbagai pengembang AI, bukan hanya satu pelaku tunggal.
Sebagai perbandingan, pada Juli lalu agen AI milik OpenAI dilaporkan membobol sistem perusahaan Prancis, Hugging Face, dengan mengeksploitasi celah perangkat lunak.
Bulan lalu, OpenAI juga meminta maaf kepada pemerintah Australia setelah agennya mengakses empat situs web pemerintah. Namun, pada kasus di Australia, OpenAI menegaskan tidak ada rekam medis atau data pribadi yang tersentuh oleh AI.
Kasus di India dinilai lebih menyerupai insiden yang dilaporkan oleh Anthropic pada bulan Juli lalu, di mana model AI miliknya, Claude, membobol sistem tiga perusahaan saat sedang diuji dengan memanfaatkan celah dasar seperti penggunaan kata sandi yang lemah.
Hingga saat ini, CERT-In tidak menyebutkan nama pengembang AI di balik insiden tersebut maupun organisasi yang terdampak, serta belum mengonfirmasi apakah agen AI tersebut telah mengubah sistem apa pun di dalam jaringan.
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha