NADIKABAR.COM — Kecerdasan buatan (AI) membutuhkan akses ke data perusahaan agar dapat menjalankan tugas yang diberikan, mulai dari dokumen, data pelanggan, hingga informasi sumber daya manusia. Penggunaan AI di perusahaan mau tidak mau membuatnya makin terhubung dengan berbagai sistem internal.
Namun, semakin banyak sistem yang terhubung juga menimbulkan pertanyaan soal keamanan. Nah, sebenarnya sejauh mana AI boleh mengakses data perusahaan? Carlos Quaderi, Head of Asia Pacific Zoom, mengatakan akses AI seharusnya mengikuti aturan yang sudah diterapkan perusahaan pada sistem yang digunakan karyawan.
"Tata kelola keamanan sebenarnya berada pada kebijakan yang sudah dimiliki pelanggan. Jadi, kami tidak mengesampingkan atau mengambil alih pengaturan yang diberikan perusahaan kepada AI," kata Carlos dalam wawancara di Go Work, Pacific Place, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, izin yang dimiliki AI mengikuti hak akses pengguna pada sistem perusahaan. Misalnya, jika seorang karyawan hanya memiliki akses tertentu pada Salesforce, email, kalender, atau aplikasi perusahaan lainnya, AI juga tidak otomatis mendapatkan akses lebih luas.