Sementara itu sektor belanja pada diproyeksikan sebesar Rp2,995 triliun, dengan defisit anggaran Rp286,866 miliar.

Plt Bupati menjelaskan, pada RAPBD 2027 pihaknya mengaku akan memaksimalkan sektor infrastruktur dengan porsi anggaran di atas 30 persen.

"Sudah 30% lebih. Tahun ini kan 300 miliar, tahun depan dialokasikan nilai yang lebih dari 300 miliar," imbuhnya.

Ia mengaku akan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan target 900 miliar. Optimalisasi pendapatan akan dikejar melalui berbagai sektor, mulai retribusi parkir, pajak daerah hingga sektor pariwisata.

Khusus sektor pariwisata, Baharudin mengakui masih terkendala oleh kebijakan pemerintah pusat, terkait kerja sama pengelolaan kawasan di pesisir pantai selatan. Tahun lalu PAD sektor pariwisata di Tulungagung belum mencapai Rp2 miliar.

"Karena di daerah selatan belum ada kepastian dari Kementerian Kehutanan belum ada regulasi juga. Nanti kalau itu sudah ada izin atau perjanjian kerja sama, nanti insyaallah akan mencapai sesuai di atas target. PAD wisata yang paling sulit ini karena kontrak perjanjiannya," imbuhnya.