NADIKABAR.COM — Observatorium Nasional Timau di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikelola oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dinilai memiliki keunggulan geografis yang sangat strategis bagi komunitas sains global dalam mengamati pergerakan sampah antariksa.

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN Andre Pandie dalam diskusi astronomi yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat mengemukakan tata letak yang berdekatan dengan garis ekuator tersebut memberikan sudut pandang langit yang jauh lebih jernih dan sangat menguntungkan bagi para astronom.

"Jadi satelit-satelit yang ada di geo tadi kayak satelit TV, satelit komunikasi, itu mereka akan berjajar tepat di atas garis khatulistiwa. Kalau dari Eropa, deretan satelit itu tampak rendah di pengamatan mereka," kata dia.