Menurut Sukamta, Kemenlu perlu memastikan perwakilan RI terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan memberikan informasi terkini kepada WNI, terutama terkait wilayah yang berpotensi terdampak demonstrasi.
Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada mahasiswa, pekerja migran, dan wisatawan Indonesia yang berada di negara-negara tersebut.
"Jangan sampai kita terlambat mengetahui ada warga kita yang mengalami kesulitan. KBRI dan KJRI harus memastikan jalur komunikasi darurat mudah dihubungi dan bantuan konsuler bisa segera diberikan apabila diperlukan," ujarnya.
Sukamta juga meminta perwakilan RI aktif menjalin komunikasi dengan komunitas WNI dan organisasi mahasiswa Indonesia untuk memastikan kebutuhan serta kondisi mereka tetap terpantau.