NADIKABAR.COM β€” Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa menegaskan, pertanian berdaulat menjadi fondasi mewujudkan Indonesia makmur, adil, dan sejahtera melalui peningkatan produksi pangan serta pembenahan tata niaga nasional.

"Untuk itu, penguatan produksi pangan nasional harus berjalan beriringan dengan pembenahan tata niaga agar manfaat pembangunan pertanian dapat dirasakan oleh petani maupun masyarakat sebagai konsumen," kata Saleh terkonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Dia menyampaikan hal tersebut dalam Agri Food Forum yang diselenggarakan di Jakarta. Ia menekankan upaya mencapai swasembada pangan tidak berhenti pada kemampuan memproduksi komoditas di dalam negeri.

Tata kelola niaga yang sehat dengan harga yang wajar, serta keberpihakan kepada petani juga menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian pangan nasional.

Menurut Saleh, Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan dari 12 kelompok komoditas pangan pokok di dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran.

Capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan pangan. Namun, pemerintah masih perlu mendorong peningkatan produksi sejumlah komoditas yang belum sepenuhnya mandiri, yakni kedelai, bawang putih, susu sapi, dan daging sapi.

β€œDelapan komoditas sudah swasembada. Tetapi tantangan kami sekarang adalah meningkatkan produksi empat komoditas lain yaitu kedelai, bawang putih, susu sapi, dan daging sapi,” ujar Saleh.