Selain peningkatan produksi, Wamentan menyoroti pentingnya pembenahan tata niaga pangan.
Menurut dia, hasil produksi yang melimpah tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan petani apabila tata kelola niaga belum berjalan secara sehat dan harga di tingkat produsen tidak memberikan keuntungan yang layak.
Dalam rantai perdagangan pangan, keberadaan perantara atau tengkulak perlu dilihat secara proporsional. Perantara dapat membantu mempertemukan petani dengan pasar dan menyelesaikan persoalan distribusi.
Namun, peran tersebut harus dijalankan secara sehat, tanpa menciptakan persoalan baru yang merugikan petani maupun konsumen.
Ia menekankan pentingnya mendorong keberadaan tengkulak budiman, yakni pelaku perantara yang membantu menyelesaikan persoalan dalam rantai perdagangan, bukan justru mengambil keuntungan dengan merugikan pihak lain.
Dengan demikian, tata niaga pangan dapat memberi ruang bagi pelaku usaha sekaligus menjaga kepentingan produsen dan konsumen.
βKita harus jadi tengkulak budiman, yang menyelesaikan masalah tanpa meninggalkan masalah,β tegasnya.