Menurut Saleh, untuk menciptakan tata niaga pangan yang sehat, Ia menilai penguatan regulasi harus disertai pengawasan dan penegakan hukum yang tepat sasaran.

Penindakan perlu diarahkan kepada pihak yang mengendalikan atau mengorganisasi praktik yang melanggar aturan, bukan semata-mata berhenti pada pelaku yang ditemukan di lapangan.

Langkah tersebut diperlukan agar penegakan hukum mampu menyentuh akar persoalan dan memberikan efek jera.

Pada saat yang sama, kebijakan pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara perlindungan terhadap petani, kelancaran distribusi, keberlangsungan usaha, dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

Wamentan optimistis sektor pertanian akan semakin berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila seluruh pemangku kepentingan bekerja secara kompak.

Kolaborasi pemerintah, petani, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga kesinambungan produksi sekaligus memperkuat kedaulatan pangan.

“Ke depannya sektor pertanian akan menjadi idola, memberikan kesejahteraan kepada setiap petani. Asal kita kompak. Karena pertanian kalau berdaulat, saya yakin Indonesia akan makmur, adil, sejahtera,” kata Saleh.