Menteri Dalam Negeri Belgia, Bernard Quintin, mengatakan bahwa "apa yang terjadi di Brussels bukan lagi sekadar aksi protes" dan menegaskan bahwa "semua cara yang diperlukan akan dikerahkan untuk memulihkan ketertiban dalam menghadapi para perusuh".

Puluhan ribu demonstran turun ke jalanan kota Lisbon pada Sabtu (17/10), untuk memprotes tingginya biaya rumah dan biaya hidup lainnya. Harga rumah di Portugal meningkat dua kali lipat sejak tahun 2017, yang memicu krisis.

Dalam aksinya, para demonstran mengatakan bahwa upah yang rendah tidak mampu mengimbangi biaya rumah dan kenaikan biaya hidup, sehingga banyak orang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari di Portugal.

Aksi protes ini digelar setelah beberapa hari meningkatkan keresahan publik, termasuk pendirian kamp tenda oleh para aktivis di Porto, yang kemudian dibubarkan oleh polisi.

Di Albania, unjuk rasa digelar untuk memprotes dugaan korupsi pemerintah, kurangnya lapangan kerja, dan standar pendidikan yang buruk. Unjuk rasa yang dipimpin mahasiswa ini menuntut pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Albania Edi Rama.

Kepolisian sempat dilaporkan melepaskan peluru karet ke arah demonstran yang beraksi.