"Pemerintah harus menghentikan penindasan dan segera menanggapi tuntutan sosial," ungkap serikat tersebut dalam pernyataan yang dikirimkan kepada AFP sebelumnya, yang mencantumkan angka awal lebih dari 500.000 orang.

Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk menghadapi para pengunjuk rasa yang melemparkan berbagai benda serta menembakkan kembang api ke arah petugas.

Di kota Saint-Etienne, Prancis bagian selatan, tangan kanan seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun putus akibat terkena granat pengendali massa.

Diketahui, daya beli masyarakat di Prancis terus merosot sejak tahun 2024, sementara harga bahan bakar melonjak tajam menyusul pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Iran awal tahun ini.

Di tengah persiapan Prancis menghadapi pemilihan umum untuk menggantikan Presiden Emmanuel Macron tahun depan, kemarahan publik meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dipicu oleh dugaan tindakan brutal kepolisian terhadap aksi protes yang dilakukan oleh para siswa sekolah menengah.