NADIKABAR.COM — Partai Demokrat membuat sejarah dalam Pemilu sela di Amerika Serika (AS). Demokrat berhasil merebut kursi senat dan gubernur Texas yang selama 30 tahun dikuasai Partai Republik.
Dilansir NBC, USA Today, dan Reuters, Rabu (4/11/2026), negara bagian berjuluk "Lone Star State" ini akan memiliki gubernur dan senator dari Partai Demokrat. Partai yang identik dengan warna biru itu merebut kendali jabatan gubernur di negara bagian yang condong ke Partai Republik tersebut untuk pertama kalinya sejak tahun 1995.
Pada awal kampanye, dua politisi Demokrat, yakni Gina Hinojosa yang menjadi kandidat gubernur dan James Talarico yang mencalonkan diri untuk Senat hanyalah anggota legislatif negara bagian yang kurang dikenal. Kini, mereka telah menjadi bintang baru setelah berhasil mengalahkan Gubernur dari Partai Republik, Greg Abbott, yang telah menjabat selama tiga periode, serta Jaksa Agung negara bagian, Ken Paxton, yang tengah dirundung berbagai masalah.
Kemenangan ini terjadi di sejumlah distrik yang baru saja diatur ulang batas wilayahnya oleh badan legislatif Texas yang didominasi oleh Partai Republik. Padahal pengaturan itu ditujukan untuk memenangkan kandidat Partai Republik ke Kongres.
Kemenangan tersebut didorong oleh penolakan dari populasi pemilih Latin yang kian berkembang, mencakup sekitar sepertiga dari jumlah pemilih di negara bagian itu, serta meluasnya ketidakpuasan di kalangan pemilih akibat tingginya harga berbagai kebutuhan seperti daging sapi hingga bahan bakar. Kemenangan ini juga dipicu protes atas kebijakan penegakan imigrasi yang ketat dari Presiden AS Donald Trump.
Kemenangan besar Partai Demokrat ini juga kemungkinan akan membuat negara bagian yang sangat luas tersebut menjadi medan perebutan penting menjelang pemilihan presiden tahun 2028. Apalagi, negara bagian ini memiliki 40 suara elektoral.
Kemenangan Hinojosa akan menjadikannya gubernur Hispanik pertama di Texas. Kemenangan ini terjadi setelah tim kampanye Abbott menghabiskan dana puluhan juta dolar lebih banyak daripada dirinya sendiri.
Abbott, yang seandainya menang bisa saja menjadi gubernur dengan masa jabatan terlama di Texas, awalnya tampak berpeluang besar untuk kembali menjabat di negara bagian yang selama beberapa dekade dikenal sebagai basis kuat Partai Republik. Namun, perubahan demografi dan iklim politik yang kian memburuk bagi Partai Republik pada akhirnya turut berdampak pada Abbott.