Dalam pidato kemenangannya, Hinojosa mengungkapkan bahwa Abbott telah menelepon untuk menyampaikan ucapan selamat. Dia berjanji akan menghadirkan perubahan besar bagi Texas.

"Saya ingin menyampaikan sesuatu kepada pihak-pihak berkuasa yang sudah merasa sangat nyaman dalam menjalankan pemerintahan negara bagian ini. Para pemilih telah memberikan mandat untuk perubahan, dan perubahan itulah yang akan mereka dapatkan," ujar Hinojosa.

Hinojosa, yang lahir dan dibesarkan di Rio Grande Valley, terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat negara bagian tersebut pada tahun 2016. Sebelum menjadi legislator, dia berprofesi sebagai pengacara hak-hak sipil dan ketenagakerjaan.

Pendanaan dan reformasi pendidikan menjadi isu utama dalam kampanyenya. Dia berjanji salah satu tindakan pertamanya jika terpilih adalah memecat komisaris pendidikan negara bagian, dengan alasan menurunnya kinerja siswa di seluruh Texas.

Ia juga mengkritik Abbott terkait pusat data (data center), sebuah isu besar di seluruh negara bagian tersebut, termasuk di wilayah pedesaan. Meskipun Abbott selama ini mendapat dukungan kuat dari pemilih di pedesaan, pada periode pemilihan kali ini ia justru menghadapi ketegangan dengan kelompok pemilih tersebut akibat dukungannya terhadap pembangunan pusat data.

Saat ini, terdapat lebih dari 500 pusat data di Texas, menjadikannya negara bagian dengan jumlah pusat data terbanyak kedua di Amerika Serikat. Dalam kampanyenya, Hinojosa menuduh Abbott 'menuruti keinginan para donor miliardernya dan mengkhianati Texas' dengan mendukung pembangunan pusat data.

Hinojosa, yang fasih berbahasa Spanyol, juga menjalin hubungan dengan para pemilih Latin sepanjang masa kampanye. Hal ini dia lakukan dengan merilis iklan televisi dua bahasa serta mengadakan pertemuan publik dalam bahasa Spanyol.

Sementara itu, Abbott menyerang Hinojosa dengan melabelinya sebagai sosok yang radikal. Melalui iklan kampanye, dia menyoroti dukungan Hinojosa di masa lalu terhadap atlet transgender perempuan serta perawatan penegasan gender bagi anak di bawah umur, seraya menjulukinya sebagai 'Gender Bender Gina'.