NADIKABAR.COM — Kemenangan telak Partai Demokrat pada pemilu sela Amerika Serikat, berpotensi memperkuat para penentang data center di beberapa bagian Amerika Serikat dan memperlambat perluasan fasilitas kontroversial tersebut.
Pemilu ini menaikkan pamor sejumlah kandidat negara bagian dan gubernur yang menjadikan regulasi data center lebih ketat sebagai bagian kampanye mereka.
Pesatnya pembangunan data center di seluruh AS untuk membantu memberdayakan kecerdasan buatan (AI) memicu penolakan publik yang meluas. Dengan selisih lebih dari 2 banding 1, lebih banyak orang Amerika yang menentang daripada mendukung pembangunan data center baru di wilayah mereka, menurut jajak pendapat CBS News.
Hasil pemilu ini diprediksi memicu perlambatan pembangunan data center, yang akan membawa regulasi dan biaya baru bagi pihak yang membangunnya.
"Bagi investor teknologi, fokus utamanya adalah apakah pemilu paruh waktu ini akan memperlambat laju 800 hingga 1.000 pusat data yang direncanakan di seluruh AS untuk mendorong Revolusi AI. Dalam pandangan kami, jawabannya jelas ya," kata analis teknologi Yorkville Ives & Co., Dan Ives.