NADIKABAR.COM β€” Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Surono mengatakan bahwa pemerintah sedang melakukan percepatan pengelolaan energi panas bumi di berbagai wilayah untuk meningkatkan penggunaan energi bersih.

"Memang saat ini ada percepatan untuk energi panas bumi, dan salah satunya adalah di Lampung karena memiliki kekuatan yang sangat luar biasa dalam potensi panas bumi," ujar Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Surono pada kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Universitas Lampung di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan pengelolaan energi panas bumi dilakukan sebab panas bumi menjadi salah satu energi bersih yang tidak mengganggu kelestarian lingkungan.

"Walaupun dalam pengembangannya izinnya mungkin membutuhkan ratusan hektare, tetapi yang digunakan paling hanya 2 persennya saja. Sisa lahan lainnya akan digunakan untuk konservasi, supaya ada kesinambungan dalam pengelolaan panas bumi tersebut. Karena panas bumi harus ada imbuhan air hujan untuk mengisi cadangan air tanah," katanya.

Dia menjelaskan untuk itu lingkungan harus terjaga serta kelestarian harus tetap dipertahankan agar membentuk keseimbangan. Sebab tanpa menjaga lingkungan, potensi panas bumi akan hilang.

"Jadi tidak mungkin pengusaha panas bumi merusak lingkungan, itu sama dengan bunuh diri. Jadi salah satu hal yang sangat bagus dari energi panas bumi ini yakni tidak impor, serta baseload atau tidak bergantung pada cuaca dan sebagainya," tambahnya.

Sementara Rektor Universitas Lampung (Unila) Lusmeilia Afriani mengatakan ​​​​​​energi merupakan fondasi utama untuk membangun perekonomian dan pembangunan suatu bangsa.

"Saat ini dunia menghadapi tantangan transisi energi yang sangat kompleks, mulai dari krisis energi global, perubahan iklim, hingga pentingnya" mewujudkan kedaulatan dan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan," ujar Rektor Universitas Lampung (Unila) Lusmeilia Afriani.

Menurut dia, Universitas Lampung sebagai institusi pendidikan akan ikut serta dalam mendukung pengembangan energi terbarukan salah satunya energi panas bumi untuk mendukung swasembada energi daerah dan nasional.

"Yang telah dilakukan kami cukup banyak dalam mendukung terciptanya swasembada energi di Lampung melalui berbagai penelitian. Salah satunya pemanfaatan energi matahari, kemudian dari panas bumi, dan energi dari sampah rumah tangga bahkan dari kotoran dapat dikelola menjadi energi yang menghasilkan gas dan bisa dimanfaatkan," kata dia.

Diketahui sebelumnya bahwa Provinsi Lampung masih mengalami defisit daya listrik, namun memiliki potensi energi panas bumi yang melimpah. Kapasitas pembangkit di Lampung kurang lebih 800 mega watt, beban puncak kurang lebih mencapai 1.300 mega watt.

Potensi panas bumi di Lampung 2,8 giga watt, dan bioenergi 0,05 giga watt. Lalu ada tambahan 55 mega watt dari PLTP Ulubelu Gunung Tiga, dan dapat dikembangkan potensi di wilayah kerja panas bumi seperti di Gunung Rajabasa, Way Ratai, Suoh dan biomassa sawit dan singkong.

Berdasarkan data DEN penggunaan energi panas bumi untuk menambah kapasitas pembangkit listrik ditargetkan dapat terus mengalami peningkatan.

Di mana pada 2030 ditargetkan sumbangan dari energi panas bumi sebesar 6-9 giga watt, 2040 menjadi 9-14 giga watt, 2050 meningkat 15-20 giga watt dan di 2060 total bisa mencapai 18-22 giga watt.