Penggunaan sistem digital tersebut tercatat mampu menurunkan exclusion error sebesar 24,1 persen. Sementara itu, inclusion error dilaporkan turun sebesar 4,1 persen.

Exclusion error merupakan kondisi ketika masyarakat yang sebenarnya menerima bantuan justru tidak terdaftar sebagai penerima. Adapun inclusion error terjadi ketika masyarakat yang tidak memenuhi kriteria justru masuk dalam daftar penerima bantuan.

Firman menilai hasil uji coba tersebut menunjukkan digitalisasi perlinsos dapat membantu meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial.