Seto menyebut nilai ekspor produk hilirisasi pada 2024 mencapai sekitar US$34,5 miliar atau setara Rp620,79 triliun. Dengan proyeksi tersebut, ekspor hilirisasi diperkirakan bertambah sekitar US$15,5 miliar atau Rp278,86 triliun pada 2026.

Menurutnya, peningkatan itu berpotensi menjadi sumber tambahan devisa bagi Indonesia.

Salah satu pendorongnya adalah hilirisasi aluminium. DEN memperkirakan nilai ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar atau Rp129,53 triliun pada 2026, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sekitar US$3,5 miliar atau Rp62,97 triliun pada 2024.

Seto juga memperkirakan ekspor aluminium dapat melampaui US$10 miliar atau Rp179,91 triliun seiring penambahan investasi smelter baru di Indonesia.