NADIKABAR.COM β Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mochammad Firman Hidayat mengatakan uji coba digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) menunjukkan penurunan kesalahan data penerima bantuan sosial (bansos) sehingga penyaluran bantuan berpotensi lebih tepat sasaran.
βDigitalisasi Perlinsos ini mampu membuat proses bansos lebih transparan dan juga lebih tepat sasaran,β kata Firman saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Firman menjelaskan, uji coba digitalisasi Perlinsos telah dilakukan di 514 kabupaten/kota di Indonesia, dengan 11,5 juta kepala keluarga (KK) terdaftar dalam sistem tersebut.
Ia juga menyampaikan hasil studi uji coba di Provinsi Bali yang menunjukkan kesalahan eksklusi (exclusion error) turun sebesar 24,1 persen. Sementara itu, kesalahan inklusi (inclusion error) tercatat sebesar 4,1 persen.
Kesalahan eksklusi terjadi ketika warga yang berhak menerima bantuan tidak tercatat sebagai penerima. Sebaliknya, kesalahan inklusi terjadi ketika warga yang tidak berhak justru masuk dalam data penerima bantuan.
Firman menjelaskan, dengan dukungan 775 ribu agen Perlinsos, sekitar 600 ribu pendaftar tercatat masuk ke dalam sistem setiap hari.
Pemerintah berencana meluncurkan secara resmi program digitalisasi Perlinsos pada 10 November 2026. Peluncuran tersebut dijadwalkan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah juga berencana mengubah mekanisme penyaluran subsidi, dari yang berbasis produk menjadi bantuan langsung dalam bentuk transfer tunai.