Saat ini, tantangan pencegahan semakin kompleks seiring bergesernya proses radikalisasi dari dunia nyata ke ruang digital secara masif.

"Era digital menjadi medan pertarungan baru. Ruang digital bermanfaat untuk komunikasi dan edukasi, namun di sisi lain juga berisiko menjadi sarana penyebaran hoaks, propaganda, ujaran kebencian, serta paham intoleran dan ekstrem," ujarnya.

Oleh karena itu, Densus 88 menekankan pentingnya literasi digital melalui prinsip Stop, Cek, Pikir, Bagikan agar masyarakat tidak membagikan informasi secara sembarangan di media sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Densus 88 juga memaparkan data grafik pengembangan dan intervensi TCC, di mana khusus untuk wilayah Sumatera Selatan terdapat 27 nomor ponsel yang menjadi perhatian tim pencegahan.