NADIKABAR.COM — Suara dentuman dari erupsi Gunung Anak Krakatau terdengar sampai Bandung, Jawa Barat. Berjarak ratusan kilometer, mengapa suara dentuman bisa terdengar sangat jauh?

Menurut dosen Departemen Geofisika dan MeteorologiIPB University,Sonni Setiawan,SSi,MSi, kejadian tersebut dapat dipengaruhi oleh lapisan inversi suhu atmosfer. Saat kondisi ini terjadi, gelombang suara dapat merambat lebih jauh.

Sebagai informasi, Inversi suhu adalah keadaan ketika suhu udara meningkat terhadap ketinggian. Dalam kondisi atmosfer normal, suhu udara umumnya menurun seiring bertambahnya ketinggian.

"Lapisan inversi terbentuk ketika udara di dekat permukaan mengalami pendinginan lebih cepat dibandingkan udara di atasnya. Pendinginan ini dapat terjadi akibat pendinginan radiatif di permukaan, masuknya adveksi udara dingin dan kering, maupun proses meteorologis lainnya," tuturnya dalam laman IPB University dikutip Minggu (13/9/2026).

Perbedaan suhu antarlapisan atmosfer dapat menyebabkan gelombang suara mengalami refleksi (pemantulan) atau refraksi (pembiasan). Jika variasi suhu udara berkurang secara vertikal maka refraksi lebih dominan terjadi, sedangkan jika variasi suhu udara bertambah secara vertikal maka refleksi lebih dominan terjadi.

"Pada kondisi inversi, pembelokan gelombang akustik menyebabkan lintasan sinar gelombang melengkung kembali ke arah bawah sehingga suara dari sumber yang jauh masih dapat terdengar di permukaan," ujarnya.

Eupsi Anak Krakatau tidak hanya menghasilkan material vulkanik, tetapi juga melepaskan energi dalam bentuk gelombang akustik. Ketika gelombang tersebut merambat melalui atmosfer yang memiliki kondisi inversi, energi suara dapat mengalami pembelokan dan pemantulan sehingga jangkauan suara menjadi lebih jauh.

Topografi wilayah juga memperkuat kondisi tersebut. Udara dingin cenderung terkumpul di wilayah cekungan atau dataran rendah sehingga lebih mendukung terbentuknya lapisan inversi.

"Cekungan Bandung merupakan salah satu wilayah yang secara topografis rentan mengalami akumulasi udara dingin. Ketika kondisi atmosfer mendukung terbentuknya inversi, wilayah ini dapat menjadi jalur yang memungkinkan energi suara merambat lebih jauh," ungkapnya.

Energi gelombang tidak hanya terdengar sebagai dentuman, tetapi juga menimbulkan getaran pada benda di sekitar, seperti kaca jendela, pintu, maupun bagian bangunan.

Fenomena ini menunjukkan jika suara dentuman yang terdengar tidak selalu berasal dari sumber yang terdekat. Aktivitas erupsi sebagai sumber energi, kondisi atmosfer sebagai media perambatan, dan topografi wilayah menjadi faktor yang menentukan sejauh mana suara dapat terdengar.