"Di sana-sini ramai suaranya orang berteriak minta tolong, tapi tidak kelihatan satu apa," tulis Kwee Tek Hoaij sebagaimana dikutip Romi Zarman dengan ejaan yang disesuaikan oleh NadiKabar.

Selai Ong Leng Yauw, warga Banten yang selamat dari letusan Gunung Krakatau tahun 1883 itu adalah Ong Boen Seng.

Ong Boen Seng adalah teman sepermainan Ong Leng Yauw yang ketika tanggal 27 Agustus 1883 itu diajak sama-sama membeli kue, sehingga mereka berdua selamat.

Dalam situasi gelap dan berpegangan pada pohon karena tsunami menerjang, Ong Leng Yauw mendengar teriakan yang dia kenal. Teriakan itu tak lain teriakan sang sahabat.

Kaget tidak ikut surut, meski air tsunami surut. Ong Leng Yau dan Ong Boen Seng akhirnya bisa turun dari pohon. Keduanya bergegas menuju Desa Karangantu, tempat tinggal mereka.

Begitu sampai di desa, tidak ada yang mereka dapati kecuali kerusakan di mana-mana. Rumah-rumah rata dengan tanah. Orang-orang tiada. Hanya mereka menemukan dua orang yang bajunya sudah terlucuti tsunami. Mereka di atas pohon Buah Nona. Kedua perempuan itu adalah Roti Nio dan Biskuit Nio.

"Roti Nio dan Biskuit Nio saya dapatkan bergelantungan di atas pohon buah nona dengan terlanjang bulat. Sesudahnya dikasih turun, saya robek layarnya sebuah perahu yang terbalik menyungsang, akan ia orang gunakan buat menutupi badan," tulis Kwee Tek Hoaij sebagaimana dikutip Romi Zarman dengan ejaan yang disesuaikan oleh NadiKabar.