NADIKABAR.COM — Enam pengusaha, termasuk mahasiswa drop out MIT Alexandr Wang dan mahasiswa drop out Harvard Adarsh Hiremath, mengumpulkan miliaran dolar di usia 20-an dengan mendirikan bisnis di bidang AI dan lainnya.

Memecahkan rekor, 35 miliarder tercatat berusia di bawah 30 tahun dalam Daftar Miliarder Dunia Forbes 2026, termasuk 12 orang yang meraih kesuksesan dari jerih payah sendiri.

Para pendiri Mercor, Surya Midha, Brendan Foody, dan Adarsh Hiremath, menjadi miliarder self made termuda yang pernah masuk daftar tersebut pada usia 22 tahun, melampaui Mark Zuckerberg yang pertama kali masuk daftar pada usia 23 tahun.

Tiga nama lainnya adalah co-founder Lovable Fabian Hedin, pendiri Polymarket Shayne Coplan, dan co-founder Scale AI Alexandr Wang.

Midha meninggalkan Georgetown University tahun 2023 untuk mendirikan startup rekrutmen AI Mercor bersama dua teman masa kecilnya, Brendan Foody dan Adarsh Hiremath. Lahir di California dari orang tua imigran India, ia adalah pendebat tingkat SMA yang diakui secara nasional sebelum terjun ke wirausaha.

Ia menjadi salah satu miliarder self made termuda pada usia 22 tahun di bulan Oktober 2025, ketika Mercor meraup pendanaan USD 350 juta dengan valuasi USD 10 miliar, yang memberikannya perkiraan kekayaan USD 2,2 miliar.

Midha kini menjabat chairman perusahaan, sebelumnya memegang posisi chief operating officer (COO). Mercor terus berekspansi dan pendapatan kotor tahunan perusahaan ini melampaui USD 2 miliar pada bulan Juni.

Foody drop out dari Georgetown University tahun 2023 untuk fokus membesarkan Mercor. "Saya sudah tahu ingin berhenti kuliah sebelum ujian akhir di tahun kedua saya," ungkapnya.

Perusahaan ini berawal dari ide yang dikembangkan di ajang hackathon untuk menghubungkan pelaku bisnis dengan teknisi ahli di luar negeri dan berkembang menjadi startup yang mampu mencetak proyeksi pendapatan tahunan USD 1 juta hanya dalam waktu sembilan bulan.

Oktober 2025, valuasi Mercor yang tembus USD 10 miliar menjadikan Foody miliarder di usia 22 tahun. Forbes menaksir kekayaannya USD 2,2 miliar. Dikenal dengan jadwal kerjanya yang padat, ia mengaku telah bekerja setiap hari selama tiga tahun berturut-turut.

Hiremath meninggalkan Harvard University setelah dua tahun untuk membangun Mercor bersama Foody dan Midha. Sebagai chief technology officer (CTO), ia mengawasi sistem yang digunakan untuk menilai kandidat dan mencocokkan tenaga spesialis dengan perusahaan-perusahaan AI.

Sama seperti rekan-rekan pendirinya, Hiremath menjadi miliarder pada bulan Oktober 2025, dan Forbes menaksir kekayaannya mencapai USD 2,2 miliar.

"Hal gila bagi saya adalah, jika saya tidak menggarap Mercor, saya mungkin baru saja lulus kuliah beberapa bulan yang lalu. Hidup saya berubah 180 derajat dalam waktu yang begitu singkat," katanya, mengenang saat drop out.

Pengusaha asal Swedia ini putus kuliah dari KTH Royal Institute of Technology di Stockholm. Ia mendirikan Lovable tahun 2023 bersama Anton Osika, menciptakan platform AI yang memungkinkan pengguna membangun situs dan aplikasi hanya dengan mendeskripsikan apa yang diinginkan melalui prompt.

Perusahaan ini meluncurkan produk pengembangan software berbasis AI bulan November 2024 dan dengan cepat muncul sebagai pemimpin dalam vibe coding, teknik yang memungkinkan siapa saja mengembangkan software menggunakan instruksi bahasa alami.

Lovable mencapai valuasi USD 6,6 miliar pada Desember 2025, menjadikan Hedin yang saat itu berusia 26 tahun dan Osika, 35 tahun, sebagai miliarder. Saat itu, masing-masing dari mereka memegang sekitar 24% saham perusahaan, yang memberi kekayaan masing-masing USD 1,6 miliar.

Coplan berhenti kuliah dari New York University dan mendirikan platform pasar prediksi online Polymarket tahun 2020, saat ia 21 tahun. Ia mengembangkan platform tersebut di tengah pandemi Covid-19, mencari cara meramalkan peristiwa di dunia nyata, termasuk kapan lockdown berakhir dan kapan vaksin tersedia.

Perusahaan ini awalnya beroperasi dari kamar mandi apartemennya di New York dan kemudian menghadapi tantangan regulasi, termasuk harus membayar denda penyelesaian sengketa sebesar USD 1,4 juta kepada otoritas AS pada tahun 2022.

Coplan sempat jadi miliarder self made termuda pada usia 27 tahun di Oktober 2025, ketika Intercontinental Exchange, induk New York Stock Exchange, menginvestasikan USD 2 miliar di Polymarket dengan valuasi sekitar USD 9 miliar. Kesepakatan tersebut memberinya kekayaan USD 1 miliar. Ia hanya memegang gelar tersebut 20 hari sebelum disalip oleh tiga pendiri Mercor.

Dibesarkan di New Mexico oleh orang tua fisikawan, Wang pindah ke Silicon Valley di usia 17 tahun setelah lulus SMA setahun lebih cepat. Ia putus kuliah dari Massachusetts Institute of Technology dan mendirikan Scale AI tahun 2016 bersama Lucy Guo. Mereka menyediakan layanan pelabelan data dan software yang digunakan untuk melatih sistem AI.

Wang jadi miliarder self made termuda dunia Mei 2022 di usia 25 tahun, namun gelarnya sempat hilang karena valuasi perusahaan turun. Ia merebut kembali gelar tersebut Mei 2024 setelah Scale AI meraih pendanaan USD 1 miliar pada valuasi USD 13,8 miliar, sebelum Coplan merebut gelar tersebut sekitar serahun kemudian.

Juni 2025, Meta menggelontorkan USD 14,3 miliar untuk mengakuisisi 49% saham di Scale AI, yang membuat startup tersebut bervaluasi lebih dari USD 29 miliar. Sebagai bagian dari kesepakatan, Wang mundur dari jabatannya sebagai CEO Scale AI untuk menjadi Chief AI Officer Meta.