NADIKABAR.COM — Warga mengeluhkan sesak napas hingga mata perih dampak kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan. Namun, mereka terpaksa ke luar rumah karena harus bekerja.
Salah satu warga bernama Nina (22) mengaku mengalami mata perih saat berkendara ketika asap pekat menyelimuti Palembang. Menurutnya, kabut asap yang menyelimuti Palembang lebih pekat dari sebelumnya dan sangat berbahaya.
"Sudah beberapa hari ke belakang cukup pekat asapnya, kalau sedang bermotor kadang mata terasa perih. Jadi kalau bukan karena kerja saya hanya di rumah, mengurangi aktivitas di luar karena untuk menjaga kesehatan," katanya, Minggu (4/10/2026).
Hal senada dikatakan warga lainnya bernama Neni (56), yang merasa cemas dan sakit akibat kabut asap dari karhutla.
Bahkan, kata dia, sudah satu minggu kebakaran karhutla terjadi di dekat rumahnya di kawasan Talang Jambi. Kebakaran itu membuat warga cemas.
"Aduh Pak, kami sudah sesak napas, mata perih sudah seminggu karhutla dekat perumahan kami ini, terkadang api membesar malam hari kami tidak bisa tidur karena khawatir nanti merambat ke rumah," ujarnya.
Dia berharap pemerintah untuk fokus menangani karhutla ini agar tidak meluas ke wilayah-wilayah lainnya.
"Kami berharap betul sama pemerintah agar fokus penyelesaian karhutla ini," katanya.
Sementara itu, warga Palembang lainnya Amalia (37) juga mengaku hal yang sama mengalami sesak napas dan perih pada mata.
"Ya sesak napas, Pak, sama mata perih akibat asap dari karhutla ini," ungkapnya.