NADIKABAR.COM — Eceng gondok yang selama ini dianggap sebagai gulma perairan ternyata bisa dimanfaatkan menjadi biogas untuk memasak. Pemanfaatan ini ada pada program Desa Energi Berdikari (DEB) Walahar di Karawang, Jawa Barat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita dalam acara Pertamina Talk Episode 3 di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026).
"Di Karawang juga ada di mana mereka menggunakan limbah eceng gondok. Jadi, eceng gondok selama ini kita kenal sebagai limbah kemudian diolah menjadi biogas dan ini bisa digunakan untuk memasak," ujarnya.
Berdasarkan materi Pertamina, melalui program tersebut, sebanyak 18 ton limbah eceng gondok per tahun di wilayah Danau Cinta Karawang diolah menjadi biogas. Di mana sebanyak 13 UMKM di wilayah itu telah memanfaatkan energi dari pengelolaan limbah eceng godok tersebut.
Arya menjelaskan bahwa melalui program BED yang memanfaatkan limbah ecek gondok ini tidak hanya dimanfaatkan untuk energi, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Pendapatan dari kegiatan ekowisata Danau Cinta Eco Resort tercatat mencapai sekitar Rp 360 juta per tahun.
"Jadi impact ekonomi sudah sampai Rp 340 juta per tahun pendapatan masyarakat bisa meningkat jadi ini beberapa contoh yang bisa kita sampaikan bahwa dan ini banyak tempat lain, tadi ada beberapa tempat juga," katanya.
Sebagai informasi, Pertamina telah mengembangkan 310 Desa Energi Berdikari sejak 2018 melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini mendorong pemanfaatan energi terbarukan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat desa sesuai potensi lokal.
Dari program tersebut, Pertamina mencatat nilai tambah ekonomi mencapai sekitar Rp 26 miliar per tahun. Selain itu, program Desa Energi Berdikari telah memberikan manfaat kepada sekitar 283 ribu orang, baik secara langsung maupun tidak langsung.