"Terbakarnya Desa Adat Sade memang ada pengaruhnya terhadap suksesi paket-paket jualan untuk MotoGP. Tapi kita berharap ini tidak membawa dampak terlalu besar, yang terpenting hari ini adalah bagaimana penanganan orang-orangnya, pemulihan pascamusibah, trauma healing, serta penyediaan tempat tinggal sementara," paparnya.
Politikus PKB NTB ini optimistis sektor pariwisata NTB tetap memiliki daya tarik kuat menjelang ajang balap motor dunia tersebut. Di Lombok Selatan sendiri, selain Sade, terdapat alternatif destinasi budaya lain seperti Dusun Adat Ende di Desa Sengkol.
"Masih ada paket-paket lain yang bisa dikembangkan dan diperkenalkan. Saya berharap musibah ini tidak terlalu mengganggu proses event MotoGP, namun perhatian penuh terhadap musibah di Sade tetap harus diprioritaskan," tutup Politisi asal Lombok Tengah tersebut.
DPRD NTB Sebut Tambahan BTT Jadi Rp 58 M Bisa untuk Bantu Desa Sade
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyoroti usulan penambahan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD Perubahan 2026. Anggaran BTT yang sebelumnya dialokasikan Rp 15 miliar diusulkan mendapat tambahan hingga Rp 43 miliar.
Anggota Komisi III DPRD NTB Muhammad Aminurlah atau Maman menilai kenaikan tersebut cukup signifikan. Menurutnya, besaran penambahan ini perlu dirasionalisasikan dan diperjelas oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
"Kalau kami melihat tren penggunaan BTT sebelumnya, nilainya tidak sebesar itu. Memang ada hal-hal yang tidak bisa diprediksi seperti ancaman El Nino atau situasi darurat lainnya," kata Maman sapaannya ditemui di DPRD NTB, Rabu (26/8/2026).
Maman menyebut tambahan Rp 43 miliar membuat total alokasi BTT NTB pada 2026 mencapai Rp 58 miliar. DPRD akan meminta penjelasan Gubernur NTB dan TAPD mengenai kebutuhan anggaran tersebut.
"Jadi kami harus lihat tren sebelumnya dari Rp 15 miliar ke Rp 43 miliar. Jadi total BTT tahun ini kita sampai Rp 58 miliar," katanya.