NADIKABAR.COM — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan desain besar kepemudaan yang tengah digodok akan disusun dengan mempertimbangkan tantangan dan perubahan global sehingga generasi muda mampu menghadapinya.
Erick menekankan, tantangan yang dihadapi pemuda saat ini berbeda dengan persoalan pada masa pergerakan nasional. Jika generasi Sumpah Pemuda pada tahun 1928 menghadapi kolonialisme dan perbudakan, maka generasi mendatang akan berhadapan dengan perubahan geopolitik, geoekonomi, teknologi digital, serta persoalan lingkungan.
"Semua tantangan itu harus kami jadikan solusi, bukan justru menjadi sumber kegelisahan yang akhirnya membuat pemuda menyerah," kata Erick di sela kegiatan Wirasena Youth Camp 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin.
Dia mencontohkan sejumlah persoalan global yang perlu dicermati dalam merancang kebijakan kepemudaan. Erick menyebut, berdasarkan data, sekitar 65 juta anak muda di dunia menganggur, sementara satu dari tujuh pemuda mengalami masalah kesehatan mental (mental health).
Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena persoalan serupa berpotensi secara masif terjadi di Indonesia. Pemerintah perlu memahami perubahan yang berlangsung agar kebijakan kepemudaan tidak tertinggal dari kebutuhan generasi muda.
Dia menyatakan, penyusunan desain besar kepemudaan harus melibatkan pemuda dari seluruh Indonesia. Oleh sebab itu Kemenpora akan menggandeng organisasi kepemudaan dan para pemuda inspiratif dari berbagai daerah, guna mendengarkan aspirasi serta merumuskan arah kebijakan bersama.
Erick juga menyoroti perlunya keselarasan kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Sebelumnya, Kemenpora telah mengumpulkan diaspora dari berbagai wilayah untuk membahas arah pembangunan pemuda agar tidak terjadi perbedaan kebijakan yang merugikan generasi muda. Selain itu, Pemerintah turut menata regulasi yang dinilai menghambat.
"Kami juga sudah memangkas jumlah aturan dari 191 menjadi empat," ujar dia.
Erick menambahkan, semua langkah itu merupakan bagian dari upaya menciptakan ruang yang lebih mendukung kemajuan pemuda.
Melalui desain besar kepemudaan yang tengah dirancang, tambah dia, Kemenpora ingin perubahan global diperlakukan sebagai tantangan yang dapat diolah menjadi peluang. Sementara pelibatan pemuda diharapkan membuat arah kebijakan lebih relevan dan dapat diterapkan secara nyata.