NADIKABAR.COM — Atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi memilih untuk tidak terlalu memikirkan hasil ketika menghadapi beberapa kali penundaan sebelum tampil pada final nomor speed putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Desak Made mengatakan penundaan akibat dari kendala teknisi yang berlangsung saat final cukup mengganggu karena kondisi fisik dan mentalnya sudah siap untuk bertanding.
"Karena badan sudah siap, pikiran sudah siap. Terus tiba-tiba ditunda lima menit, terus lima menit lagi," kata Desak Made seusai perlombaan di Portmesse Nagoya Exhibition Hall, Aichi, Jepang, Rabu.
"Lebih ke ikhlas saja sih tadi. Dari sebelumnya juga lihat catatan waktu peserta lain bagus-bagus, kecil. Jadi dari biasanya ya manjat ikhlas saja."
Dalam situasi tersebut, Desak Made berusaha mengalihkan pikirannya dan tetap berpikir positif agar konsentrasinya tidak terganggu. Ia juga memilih untuk tidak terlalu terbebani setelah melihat catatan waktu para peserta lain yang cukup ketat.
Pendekatan tersebut kemudian mengantarkan Desak Made melewati setiap tahapan perlombaan, mulai dari perempat final, semifinal, hingga mencapai final.
Pada babak perempat final, Desak Made mencatatkan waktu 6,39 detik untuk menjadi yang tercepat di heat-nya. Ia kemudian kembali menjadi yang tercepat pada semifinal dengan waktu 6,36 detik.
Di final, Desak Made berkompetisi ketat dengan atlet China Li Juan Deng. Ia akhirnya mencatatkan waktu 6,062 detik untuk memastikan medali emas. Li Juan Deng finis dengan waktu 6,064 detik, sehingga Desak Made hanya unggul 0,002 detik.
Catatan tersebut sekaligus menjadi rekor Asian Games. Namun, Desak Made mengaku sempat tidak memahami hasil perlombaan ketika pertama kali menyentuh tombol finis.
"Tadi pas akhirnya megang pertama, terus lihat yang nyala kan yang punya besar. Masih ngeblank, yang mana menang, yang mana ini. Soalnya manjatnya ya sudah, manjat ikhlas saja," kata Desak.
Setelah mengetahui dirinya menjadi pemenang, Desak Made langsung menangis.
"Nangis bingung, bersyukur banget," ujar Desak.
Medali emas tersebut menjadi emas kedua Desak Made di Asian Games setelah menjadi juara nomor speed putri pada Asian Games Hangzhou 2022.