"Itu sifatnya nggak statis. Karena nanti kita bisa akan tukar, berapa tahun sekali mungkin kita tukar. Jadi misalnya pembidangan tuh kayak 'oh siapa yang pegang kebijakan ekonomi moneter, siapa yang makroprudensial, siapa yang pendalaman pasar keuangan', dan seterusnya," jelasnya.
"Nah itu yang pasti kita akan lakukan pertama supaya aktivitas kerja dan tanggung jawab juga langsung jalan dan lebih clear. Itu sih, yang pertama itu," tegas Destry lagi.
Di luar itu, Destry memastikan fokus utama Bank Indonesia di bawah kepemimpinannya nanti adalah tetap menjaga stabilitas moneter. Hal ini menjadi penting di tengah kondisi global yang serba tidak pasti.
"Kalau kita lihat, global ketidakpastian masih tinggi. Jadi artinya stabilitas itu tetap menjadi prioritas kita. Karena kalau ekonomi kita stabil, kita juga bisa terus menjaga nilai tukar stabil, inflasi stabil," ujar Destry.