"Kualitas harus dapat diukur, ditindaklanjuti, dan konsisten di setiap tahap pengalaman menginap tamu. Pemanfaatan AI dan teknologi secara lebih luas membantu kami mengidentifikasi berbagai permasalahan serta pengeluaran utama terkait kualitas, memprediksi dampaknya terhadap pendapatan, dan memastikan setiap masalah terselesaikan dengan penanggung jawab yang jelas serta proses yang transparan," ujar Nitin Vyas, SVP of Product & Data RedDoorz.
Pendekatan ini turut mendorong peningkatan kualitas di seluruh properti yang dikelola langsung oleh RedDoorz, yang saat ini mencatat rata-rata penilaian tamu sebesar 9,2 dari 10. Menurut RedDoorz, peningkatan tersebut didorong oleh renovasi properti, peningkatan amenitas, penguatan standar keamanan dan operasional, serta pemanfaatan data dan AI yang semakin luas untuk mengidentifikasi aspek kualitas yang dapat ditingkatkan demi pengalaman tamu dan kinerja operasional yang lebih baik.
Ulasan tamu juga terintegrasi dengan RedPilot, instrumen berbasis AI yang dikembangkan secara internal oleh RedDoorz untuk membantu manajer hotel. Ulasan dan temuan audit dapat diubah menjadi peringatan operasional dan tiket tugas bagi staf. Dengan begitu, masukan berulang terkait kebersihan, kondisi kamar, proses check-in, layanan, dan fasilitas dapat menjadi dasar perbaikan menyeluruh, bukan hanya ditangani sebagai keluhan yang berdiri sendiri.
Di luar teknologi, RedDoorz terus memperkuat standar pelayanan melalui pelatihan wajib bagi mitra properti. Sejak 2016, lebih dari 40.000 staf hotel telah mendapatkan pelatihan seputar operasional perhotelan dan standar layanan. Program peningkatan kompetensi terbaru yang diluncurkan pada akhir 2025 juga telah melatih lebih dari 250 staf.