NADIKABAR.COM — Dugaan aksi penganiayaan keji kembali mencoreng lingkungan militer. Prajurit TNI AU asal Magetan, Serda Ahmad Muzammul Farisa, merenggang nyawa di tangan empat orang seniornya di Asrama Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Aksi penganiayaan berulang tersebut dipicu masalah sepele: kekecewaan senior atas pesanan mi kuah yang dibelikan oleh almarhum. Berikut ini alur rentetan peristiwa kelabu tersebut berdasarkan pengakuan ayah korban, Toni Eko Prasetyo.
Tragedi ini bermula ketika Serda Ahmad diminta oleh seniornya di asrama untuk membelikan makanan. Namun, pesanan yang dibawa korban tidak sesuai dengan keinginan para senior.
"Dari informasi yang saya dapat, anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah namun diberikan mi goreng," tutur Toni kepada NadiKabar, Sabtu (12/9/2026).
Lantaran rasa kecewa atas mi goreng itu, empat orang senior korban diduga langsung melakukan aksi penganiayaan fisik pertama terhadap prajurit muda itu di dalam lingkungan asrama pada Rabu malam sekitar pukul 23.00 WIB.