"Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan tapi dianiaya senior," tandasnya.
Teka-teki kematian korban semakin benderang setelah sang ayah menerima kiriman file foto kondisi fisik anaknya yang memperlihatkan bekas kekerasan parah pada dagu dan dada.
"Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya," kata Toni.
Setelah menjalani prosedur medis di Jakarta, armada ambulans TNI AU yang membawa jasad Serda Ahmad Muzammul Farisa akhirnya tiba di rumah duka Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WIB untuk langsung dimakamkan.