NADIKABAR.COM — Dugaan aksi penganiayaan keji kembali mencoreng lingkungan militer. Prajurit TNI AU asal Magetan, Serda Ahmad Muzammul Farisa, merenggang nyawa di tangan empat orang seniornya di Asrama Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Aksi penganiayaan berulang tersebut dipicu masalah sepele: kekecewaan senior atas pesanan mi kuah yang dibelikan oleh almarhum. Berikut ini alur rentetan peristiwa kelabu tersebut berdasarkan pengakuan ayah korban, Toni Eko Prasetyo.

Tragedi ini bermula ketika Serda Ahmad diminta oleh seniornya di asrama untuk membelikan makanan. Namun, pesanan yang dibawa korban tidak sesuai dengan keinginan para senior.

"Dari informasi yang saya dapat, anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah namun diberikan mi goreng," tutur Toni kepada NadiKabar, Sabtu (12/9/2026).

Lantaran rasa kecewa atas mi goreng itu, empat orang senior korban diduga langsung melakukan aksi penganiayaan fisik pertama terhadap prajurit muda itu di dalam lingkungan asrama pada Rabu malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Aksi kekerasan ternyata tidak berhenti di situ. Pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, aksi pengeroyokan fisik kembali berlanjut.

Hantaman benda tumpul pada area vital membuat fisik Serda Ahmad tak mampu bertahan hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir di lokasi.

Satu jam usai korban meninggal dunia, pihak keluarga di Magetan baru dihubungi oleh rekan almarhum. Kabar awal yang diterima sang ayah sempat disamarkan sebagai musibah kecelakaan lalu lintas.

"Saya dapat info dihubungi atasannya dan temannya saat sudah meninggal pukul 03.00 WIB Kamis (10/9). Saya di hubungi oleh temannya almarhum pukul 04.00 WIB," papar Toni.

"Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan tapi dianiaya senior," tandasnya.

Teka-teki kematian korban semakin benderang setelah sang ayah menerima kiriman file foto kondisi fisik anaknya yang memperlihatkan bekas kekerasan parah pada dagu dan dada.

"Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya," kata Toni.

Setelah menjalani prosedur medis di Jakarta, armada ambulans TNI AU yang membawa jasad Serda Ahmad Muzammul Farisa akhirnya tiba di rumah duka Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WIB untuk langsung dimakamkan.